Sabtu, 27 Oktober 2012

5 Tips Menangani Daging Kambing

sumber gambar klik
Sorry,..
Mungkin telat, tetapi karena hari ini masih hari kedua tasyrik, nggak pa-pa deh. Siapa tahu ada yang belum menyembelih kambing, dan baru menyembelih hari ini.
Ada tips yang insyaallah sudah teruji.

Tips ini saya dapatkan ketika Aqiqoh anak pertama saya,..karena saat itu saya masih sangat unyu jadi, seneng banget memperhatikan penyembihan, dan yang pasti setelah terhidang hasilnya ME- MU- AS- KAN alias...  Mak Nyuoss
      OK, simak yuk..
  1. Segera setelah daging kambing di sembelih, bungkus dengan daun pepaya. Letakkan daging dalam nampan besar (tempeh) kemudian tutup dengan daun pepaya. Sebelum digunakan untuk menutup, patahkan tulang-tulang daun pepaya, supaya getahnya keluar. Tapi jaga supaya daunnya tetap utuh untuk menutup
  2. Setelah di diamkan 2 sampai 3 jam, masukkan dalam air mendidih (tanpa di cuci).. hingga keluar buih dan hilangkan buihnnya
  3. Lumuri daging dengan perasan jeruk nipis (menghilangkan prengus), baru dicuci setelah itu
  4. Anda juga bisa menggunakan tumbukan nanas untuk memperlembut /memperlunak daging.
  5. Ketika memasak gule, tukang masak memasukkan piring bersih ke dalam panci masakan...baru ketika matang piring  tersebut diambil. Saya tidak tahu apakah ada hubungan piring tersebut dengan kelezatan, Tetapi ketika saya tanyakan kepada beliau jawabnya "mesti begitu kalau memasak gule dalam jumlah besar. Namun terbukti gule masakan beliau LEZAT!!
* O,ya jangan lupa, ketika memasak daging jangan lupa memotongnya dengan arah berlawanan dari serat. Supaya nggak   nyelilit.

SEMOGA BERMANFAAT

Jumat, 12 Oktober 2012

Kebuli Sapi Siap Saji





Kebuli Sapi

Yummyyy,...
Puasa oh ..puasa!!
Ini adalah menu modifikasi.
Menu yang paling sederhana,
Mudah diaplikasi
Dan, pasti dong,..
Menggoyang lidah, 
Gampang dan Nyamleng..
*Sudah diuji di dapur Cheff Opal


Simple!
Bahan :
Beras  1/2 kg
Daging 1/2 kg
Kismis secukupnya
Cengkeh  4 batang
Kayu manis (bubuk, 1/2 sendok teh)
Bawang bombay 1 buah
Serai 2 batang
Daun salam 2 lembar
Bumbu gule
Santan dari 1/2 butir kelapa

         Cara membuat :
  1. Daging di bumbu dengan bawang putih dan merica kemudian kukus dalam wadah yang mampu menampung air kaldunya. Kukus hingga lunak.
  2.  Iris daging kecil-kecil goreng dalam api dengan panas tinggi
  3. Campurkan air kaldu dengan 2 sendok bumbu gule, salam, serai, cengkeh, kayu manis, bawang Bombai dan Santan tambah air dengan ukuran yang biasa digunakan untuk menanak nasi   
  4. Cara Cara cepat : Masukkan beras dan seluruh campuran air kaldu dalam magic com (kelemahannya nasi agak kotor, karena tanpa penyaringan)                                                       
  5. Cara tradisional : Didihkan kaldu dan seluruh campurannya, setelah mendidih saring air kaldu tersebut. Kemudian  hasil saringan karu dengan beras, setelah semua air terserap oleh beras, naikkan ke dalam dandang,...siap di hidangkan..
RAHASIA nya....:
  • Karena nasi /beras kurang menyerap rasa asin, maka berikan garam sedikit lebih banyak dari takaran biasa.
  • Ketika menggoreng daging lakukan sekali masuk dan angkat (setengah matang)... maka daging akan menjadi empuk tetapi kenyal...


Kamis, 11 Oktober 2012

Kue Sim Salabim

Sim Salabimm, ..mantapp

Sim Salabim....Jadilahh!!!
   
Ini  adalah kue favorit anak saya,
Bukan karena saya canggih membuatnya,
Tetapi karena dia mampu membuat sendiri.
Jadi cocoklah buat pengisi waktu, daripada di depan game melulu.

So, jika bingung membuat kesibukan untuk anak usia  4-7 tahun,
Coba saja yang ini,..
Yukkk,...

 Bahan:

             1 bungkus roti marrie.. (merekapasaja)
              Susu kental manis
               ½ Kejublok (ukurankecil)
              Boleh tambahkan bahan lain sesuai selera.

Cara membuat :

·         Potong-potong roti marieee, tidak perlu terlalu halus.
·         Campurkan susu kental manis hiingga adonan agak unak± 1 sendok makan (jangan terlalu banyak)
·         tambahkan keju.
·         Uleni,..kemudian bentuk - bentuk bola-bola..
·         Masukkan lemari es,.. 

  Siapdihidangkan…


SEMOGA BERMANFAAT


Senin, 10 September 2012

Pecel Madiun : Mak Nyuoos

  "Jangan mengaku orang Madiun jika tak suka makan pecel !"

Ketika kita dijejali hal yang sama terus menerus, maka akan ada dua kemungkinan : bosan atau ketagihan.
Penduduk Jawa setiap hari makan nasi. Mengapa tidak bosan?
Demikian juga nasi pecel. 

Masyarakat Madiun asli secara umum, hampir setiap hari breakfast dengan menu "pecel". Pecel untuk sarapan ini bisa di dapatkan di setiap tempat.Meski mereka memiliki jam buka masing-masing, ... boleh di katakan nasi pecel tersedia 24 jam di Madiun.

Tetapi jangan salah meski sama-sama Madiun masing-masing penjual memiliki cita rasa berbeda. Bahkan pernah ketika ketika kami mudik,..mendapatkan warung dengan harga tinggi tetapi rasa pecelnya, tak jelas.
Karena saya termasuk "PECINTA PECEL" saya bagikan tempat kuliner pecel terjangkau dan bukan mak nyos lagi seperti kata Pak Bondan. Tetapi mak nyuoos, nyuoos, nyuoos. (Itu menurut saya lho,...silakan komen jika tidak setuju)

Tidak percaya? Boleh dicoba Kawan... 
  • Warung Makmur 
Ini adalah warung langganan orang tua saya. Tetapi karena jaraknya lumayan jauh dari kediaman kami, kami hanya membeli di waktu-waktu special saja. Atau disaat mudik, biasanya hari kedua lebaran bu Ismi sudah berjualan. 
Warung bu Ismi terletak di Jalan Trunojoyo, telepon (lihat pic),.jadi dari arah traffic light pasar Sleko ke arah Selatan sebelum mesjid, di sebelah kiri jalan.
Warungnya sederhana hanya dua meja, karena itu siang sedikit jangan harap mendapat tempat, kami sekeluarga sering makan di dalam mobil.
                                                                                                                                                                    
Saya foto ya Buk,..biar terkenal
Alhamdulillah, Laris Manis Mbak !!!
Seperti pagi ini, selepas berjalan-jalan di alun-alun, dengan PD kami menuju ke tempat bu Ismi. Karena masih sangat pagi belum sampai jam 06.00 WIB, kami berfikir pasti mendapat tempat. Betul saja, ketika kami sudah dekat tampak tendanya sepi. Anak-anak sudah berebut turun berlari dan mengambil kerupuk..... Tetapi ketika saya mendekat, Bu Ismi menjawab singkat. "Habis Mbak!!!" Haa??? Sepagi ini?? O, ya jangan lupa, bu Ismi hanya buka pagi lho mulai setengah enam pagi. Tentang rasa,....nyaammm buktikan sendiri deh!!

 **Semoga bermanfaat